"Ini penyerahan arsip pertama kali dari lembaga tinggi negara yang sebelumnya adalah lembaga tinggi negara," kata Kepala ANRI Joko Utomo.
Hal ini disampaikan Joko dalam penyerahan arsip MPR kepada ANRI di Gedung Nusantara IV DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2009). Joko kemudian menyampaikan apa saja yang diserahkan Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Sebagian besar adalah perjalanan amandemen UUD 1945.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joko mengucapkan terimakasih atas penyerahan arsip dari MPR. Menurutnya arsip adalah hal yang paling dijaga di sebuah negara. "Arsip adalah aset negara yang paling berharga, merupakan aset nasional dari generasi ke generasi. Tanpa arsip suatu bangsa akan terperangkap dalam ketidakjelasan," Ungkap Djoko.
Ketua MPR Hidayat Nurwahid dalam sambutan singkatnya mengungkapkan arsip yang diserahkan kepada ANRI dapat bermanfaat. "Kami menyerahkan 80 arsip bukti perjalanan bangsa," kata Hidayat.
Hidayat berharap agar arsip yang diserahkan dapat bermanfaat sebagai referensi MPR yang akan datang. "Ini dapat digunakan sebagai tonggak sejarah untuk pembelajaran masa depan," kata Hidayat.
Rangkaian penyerahan arsip MPR disambung dengan tukar kenang-kenangan antara Hidayat Nurwahid dengan Joko Utomo. Hidayat memberikan plakat berlogo MPR RI, sedangkan Joko memberikan miniatur Indonesia dalam kaca.
(van/yid)











































