"Yang memiliki ide untuk melakukan perekaman tersebut adalah dari saya sendiri, alasannya untuk dokumen pribadi saya karena saya dikejar-kejar terus oleh Antasari Azhar, maksud dari dikejar-kejar tersebut adalah Antasari selalu mengeluh tentang teror dari Nasrudin Zulkarnaen, teror dari Nasrudin kepada Antasari dan keluarganya," tutur Sigid dalam pengakuannya saat diperiksa 16 Juli 2009, seperti dituturkan sumber detikcom, Senin (7/9/2009).
Sigid menuturkan, dalam rekaman pembicaraan itu hanya ada suara dia dan Antasari. Perekaman tersebut dilakukan pada Senin 9 Pebruari 2009 di ruang kerja Sigid di rumah Jl Patiunus No.35 Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam percakapan itu juga sempat terselip pembicaraan mengenai rencana penyergapan pada Nasrudin yang bersandi Nero oleh tim Antasari. Juga, berdasarkan pengakuan Sigid ada pemantauan yang dilakukan pada Nasrudin.
"Antasari Azhar memantau kegiatan Nasrudin Zulkarnaen karena Antasari menyampaikan kepada saya bahwa Nasrudin sering menggunakan nama Antasari dan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memeras orang-orang yang mempunyai masalah Korupsi oleh karena itu Antasari memantau kegiatan Nasrudin," jelas Sigid.
Menanggapi pengakuan Sigid ini, pengacara Antasari Azhar menolak mentah-mentah pengakuan ini.
"Sungguh sangat janggal. Ada rekaman pembicaraan antara Sigid dan Antasari apa mungkin seseorang yang merekam, pembicaraan ini, kemudian memberatkan dirinya sendiri. Kejanggalan ini menjadi pertanyaan kita, mengganggu kesesusilaan," jelas Juniver.
(ndr/iy)











































