"Kami mendapat laporan dari anaknya dan kami juga punya data-data kiriman SMS dari anaknya dan surat bahwa anak tersebut mengalami kekerasan," ujar Seto Mulyadi atau Kak Seto di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat.
Kak Seto mengatakan itu usai melaporkan Martina dalam dugaan pencemaran nama baik. Sebelumnya Martina melaporkan Kak Seto dalam dugaan penculikan kepada kedua anaknya.
Menurut Kak Seto, karena mendapat tindak kekerasan oleh ibunya, Imanuel dan Rafael lalu melapor ke Polres Jakbar. Keduanya juga tidak ingin ikut ibunya.
Bahkan ketika Kak Seto bertemu dengan Martina di bandara, kedua anak Martina menolak bertemu ibunya. Padahal Kak Seto mengizinkan kedua anak itu bertemu ibunya.
"Kejadiannya 3 minggu lalu. Tapi kami di-SMS sama anaknya bahwa jika ada yang datang berciri-ciri pakai kacamata jangan diizinkan masuk," papar pria berambut belah pinggir ini.
Kak Seto juga membenarkan bahwa dirinya dan kedua anak Martina melakukan komunikasi terselubung. Namun SMS dari kedua anak Martina tidak pernah dibalas oleh Kak Seto.
"Dia bilang jangan dibalas karena pakai HP ibunya," imbuh dia.
(nik/nrl)










































