Pengamatan detikcom, Senin (7/9/2009), aktivitas belajar mengajar di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali normal. Siswa-siswi sudah masuk sekolah meski beberapa gedung sekolah mengalami kerusakan.
"Kita memang sudah diminta masuk, tidak ada yang libur walaupun sekolahnya ada retakan-retakan. Namun, jam belajarnya lebih singkat. Biasanya masuk jam 07.00 WIB hingga 13.00 WIB. Sekarang hanya pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB," kata Deni Saipul Hidayah, siswa SMPN 2 Tasikmalaya kelas 7 di depan sekolahnya, Jalan Pemuda, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Humas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Iwa Koswaya, menambahkan sesuai dengan instruksi Kepala Dinas Pendidikan sekolah dari tingkat SD hingga SMA tidak ada yang diliburkan. Kegiatan belajar mengajar tetap harus dilaksanakan.
"Jika ada sekolah yang ruangannya tidak bisa digunakan harus menggunakan ruangan lain yang masih layak atau memakai tenda darurat. Bagaimana pun juga kegiatan belajar mengajar harus tetap dilakukan," kata Iwa.
Sebanyak 6 sekolah hancur, 172 rusak berat, 342 rusak ringan dan 179 madrasah rusak di 39 kecamatan.
Tidak hanya sekolah, aktivitas di kantor pemerintahan hingga desa juga mulai beroperasi. Pelayanan masyarakat tetap dilaksanakan walaupun infrastruktur tidak memadai. Ada 86 bagunan kantor kecamatan dan desa rusak berat.
Demikian pula dengan bank, perkantoran, ruko-ruko sudah mulai bertransaksi.
(aan/iy)










































