Hanya dengan perkiraan waktu 5 menit, Anda sudah bisa tahu apakah obat, makanan, dan minuman yang Anda khawatirkan berbahaya atau tidak.
"Mobil diluncurkan untuk lebih mengefektifkan pengawasan terhadap produk obat, makanan dan minuman," ujar Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin dalam jumpa pers di Gedung BPOM Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2009).
Husniah berharap, dengan adanya mobil lab keliling ini diharapkan pengawasan terhadap makanan dan minuman akan menjadi lebih baik dan tidak terkendala waktu.
"Kita akan jemput bola. Jadi kita langsung uji makanan dan minuman di mobil lab keliling tersebut," jelasnya.
Lab keliling ini dapat difungsikan untuk mengawasi makanan mengandung zat berbahaya, kosmetik mengandung bahan berbahaya, obat palsu, produk tanpa izin edar, serta untuk mengawasi produk yang kadaluwarsa serta makanan yang mengandung zat berbahaya seperti formalin, borax, rodamin B, dan bahan berbahaya lainnya.
Mobil keliling ini diluncurkan 8 unit. 7 Untuk daerah Jakarta (2 Jaktim, 2 Jakut, 1 Jakpus, 1 Jakbar dan 1 Jaksel), dan 1 untuk Serang.
1 Unit mobil berjenis Suzuki APV ini berisi 4-5 petugas yang menguji sampel makanan dalam sebuah lab kecil di bagian belakang mobil. Mobil ini bergerak setiap harinya ke wilayah masing-masing dan jika ada pengaduan dari masyarakat akan ditindaklanjuti oleh mobil lab keliling tersebut.
Masyarakat bisa melihat hasilnya sekitar 5 menit.
Husniah mengatakan, anggaran mobil ini berasal dari dana BPOM. Per unit masing-masing Rp 200 juta yang termasuk peralatan lab.
Ke depannya Husniah berharap ada 150 mobil untuk bisa mengawasi produk obat, makanan dan minuman seluruh Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin mengadukan jika menemukan obat, makanan dan minuman yang diduga mengandung zat berbahaya bisa mengadukan ke nomor 021-4263333 dan SMS ke 021-32199000. Setelah itu aduan akan diberitahukan ke mobil lab keliling.
(nik/nrl)











































