Ratusan Lapak di Pasar Segiri Samarinda Hangus Terbakar

Ratusan Lapak di Pasar Segiri Samarinda Hangus Terbakar

- detikNews
Senin, 07 Sep 2009 04:03 WIB
Ratusan Lapak di Pasar Segiri Samarinda Hangus Terbakar
Samarinda - Ratusan lapak pedagang Pasar Segiri, Samarinda, Kalimantan
Timur, Senin (7/9/2009) dinihari, hangus terbakar. Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan kesulitan memadamkan api yang juga menghanguskan 10 unit rumah toko (ruko) yang juga berada di kawasan pasar tersebut.

Pantauan detikcom, api mulai berkobar mulai pukul 02.45 WITA. Kobaran api yang diduga berasal dari lapak pedagang berkobar dengan cepat menyambar deretan ruko yang hanya terpisah dinding bangunan ruko.

"Cepat sekali api berkobar Pak. Apalagi angin kencang jadi api semakin besar," kata Muchlis, salah seorang pedagang kepada detikcom lokasi kebakaran,S enin (7/9/2009) dinihari.

Hembusan angin yang kencang ikut memperbesar kobaran api sehingga menyisakan puing-puing bangunan ruko yang memperdagangkan sembako. Petugas pun tampak kesulitan memadamkan api. Lantaran selain angin kencang, akses jalan menuju lokasi pasar tidak bisa dilalui mobil pemadam.

"Susah dipadamkan karena juga banyak minyak goreng dan tabung gas yang terbakar dan meledak," ujar Mahmud, salah seorang petugas pemadam.

Ratusan pedagang tampak mengungsikan barang-barang dagangan yang bisa mereka selamatkan ke Ruko Permata Kaltim yang berjarak sekitar 200 meter dari Pasar Segiri. Mereka khawatir setelah melihat kobaran api setinggi lebih dari 5 meter membubung tinggi di hadapan mereka.

"Kami takut Pak. Makanya sementara kami mengungsi dulu ke ruko ini (Ruko Permata Kaltim)," sebut Ningsih, salah seorang pedagang lainnya.

Belum diketahui pasti penyebab kobaran api. Namun dari keterangan para pedagang, api berasal dari hubungan arus pendek.

Ketika dikonfirmasi, Wakil Kapoltabes Samarinda AKBP Mahendra Jaya belum bisa memastikan penyebab kebakaran kali ini. "Petugas masih berkonsentrasi memadamkan api," kata Mahendra.
(anw/Rez)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini