"Data gempa Tasikmalaya pukul 19.30 WIB tanggal 6 September wafat 69, hilang 28, luka berat 370, luka ringan 1.098, dan masih dirawat inap 56," Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan Rustam S Pakaya dalam pesan singkat yang diterima detikcom Minggu (6/9/2009).
Depkes, imbuh Rustam saat ini telah membuka 108 posko kesehatan yang disebar di semua lokasi gempa. Sedikitnya 2.000 tenaga kesehatan juga dikerahkan untuk membantu mengobati para korban.
Selain itu, lanjut Rustam, Depkes juga telah mengirimkan sebanyak 75 kantong mayat serta beberapa ton makanan pengganti ASI serta obat-obatan.
"Depkes telah kirim 75 kantong mayat, 10 ton obat, makanan pengganti asi 6 ton ke Cilacap," sebut Rustam.
Para korban gempa yang mengungsi, menurut Rustam juga mengalami berbagai penyakit di antaranya penyakit diare. "Terdapat 32 kasus diare di Tasikmalaya," pungkasnya.
Sebelumnya, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Korban tewas akibat gempa 7,3 SR di sebelah barat daya Tasikmalaya hingga kini mencapai 73 orang. Jumlah ini akan terus bertambah mengingat 34 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
(anw/anw)











































