"Harus bisa keluar dari stigma partai tua. Saat ini banyak partai yang merekrut kaum muda," ujar pengamat politik Universitas Paramadina, Bima Arya.
Bima menjelaskan hal tersebut dalam diskusi Relawan Aburizal Bakrie (ARB) For Golkar 1 yang bertema 'Poros Muda, Save Our Yellow' di Marketing Galery Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan ada kesadaran elit partai untuk merekrut anak muda. Yang sekarang jadi tantangan bagaimana merebut resourcenya," jelas Bima.
Sementara itu tokoh muda Golkar, Ade Komarudin menilai salah satu hambatan di Partai Golkar adalah politik uang. Selain kurangnya kaum muda Golkar.
"Saya sedih keadaaan hegemoni dan dominannya politik uang dalam partai. Ini tidak boleh berlarut-larut. Ini yang merusak Partai Golkar," ungkapnya. (rdf/iy)











































