Belum Dapat Bantuan, Warga Sukanagara Garut Mulai Sakit

Gempa 7,3 SR

Belum Dapat Bantuan, Warga Sukanagara Garut Mulai Sakit

- detikNews
Minggu, 06 Sep 2009 17:31 WIB
Belum Dapat Bantuan, Warga Sukanagara Garut Mulai Sakit
Garut - Empat hari sejak gempa terjadi, hingga kini, warga Desa Sukanagara, Cisompet, Garut, belum mendapatkan bantuan kemanusiaan. Padahal, banyak bantuan yang lewat di depan mereka, dari arah Garut ke Pameungpeuk dan Cikelet. Sementara, jika malam, warga masih tidur di bawah tenda yang dibuat sendiri. Anak-anak mulai terserang demam dan masuk angin.

Data yang disampaikan Sunaryo Adhiatmoko dari Al Azhar Peduli Ummat, di lapangan Kampung Tonjongwangi, Desa Sukanagara misalnya, ada 60 keluarga tinggal di bawah atap yang dibuat dari karung, bekas kain spanduk, dan terpal bekas. Kantor balai desa Sukanagara juga hancur, disusul Madrasah Ibtidaiyah, 12 masjid, SMP, dan sarana posyandu. Jumlah korban dari data pemerintah desa, rumah rusak berat dan ringan mencapai 700 rumah. Jumlah jiwa yang menderita akibat gempa ini mencapai 1000 jiwa.

Haris, seorang ketua Posko Kampung Tonjongsari mengatakan, masyarakat bingung mencari bantuan ke mana, karena lokasi mereka yang jauh dari jalan raya.

"Rumah-rumah di atas bukit jadi tidak kelihatan, padahal rumah banyak yang hancur," kata Haris yang sempat kepikir, mencegat bantuan karena melihat penderitaan warganya.

Di desa yang dilalui jalur Garut – Pameungpeuk ini, baru ada Al-Azhar Peduli Ummat yang mendirikan posko kemanusiaan. Menurut Koordinator Lapangan Al-Azhar Peduli Ummat, Agus Nafi, posko ini sebagai pemberitahuan pada masyarakat yang melalui jalur itu, bahwa di Sukanagara terdapat benyak korban gempa.

"Kami kerja sama dengan warga membuat manajemen posko agar jika ada bantuan dapat dikelola dengan baik," terang Agus yang pada hari kedua pasca gempa berada di lokasi.

"Mereka kami dampingi siang malam dan memberi pemahaman jangan sampai mencegat bantuan," imbuh Agus dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (6/9/2009).

Aang, ketua posko kampung Babakannangka misalnya, melihat keberadaan posko ini sangat efektif dan bermanfaat. "Kami tak kepikir sebelumnya mah. Pinginnya cegat aja, tapi sama bapak-bapak ini dilarang, terus kami diajari bikin posko dan pengurus”," kata ketua RW 9 itu.

"Alhamdulillah, sekarang sudah mulai ada yang kasih bantuan. Meski sedikit harus dibagai dengan rata," aku Aang.

Sementara itu, posko komunitas serupa yang dibuat Al-Azhar Peduli Ummat di RW 21, Desa Margamulya, Pengalengan, Bandung, hingga hari ini, cukup melimpah bantuan. Donatur, sangat tertarik dengan manajemen posko yang resmi dan transparan. Posko kemudia meluas ke RW 14 , Kampong Langbong, Desa Pengalengan, Pengalengan, Bandung. Daerah ini juga tak tersentuh bantuan.

Al-Azhar Peduli Ummat sendiri, akan berada di Garut dan Pengalengan satu pekan untuk tahap emergency. Di Desa Sukanagara, lembaga amil zakat itu mulai menyiapkan pembangunan sarana air bersih di Kampung Bojongwangi, Sukanagara dan penyiapan masjid darurat, serta madrasah darurat. (ddt/iy)


Berita Terkait