"Ada baiknya, presiden melakukan pergantian Jaksa Agung untuk kabinet 2009-2014. Di bawah Hendarman, Kejagung sangat lambat dan jauh dari harapan," kata Wakil Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho di kantonya, Jl Kalibata Timur, Jakarta, Minggu (6/9/2009).
Penilaian itu didasarkan 5 indikator yakni kebijakan dan kinerja, penanganan kasus korupsi, pembinaan dan sanksi, pengelolaan keuangan negara, dan
reformasi kejaksaan. ICW lalu membentangkan sejumlah kasus yang cukup menyita perhatian terkait kinerja kejaksaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tegas Emerson.
ICW meminta, presiden memilih Jaksa Agung yang berintegritas dan berani menindak. Bisa dari dalam kejaksaan ataupun luar kejaksaan.
"Kalau syarat dan kriteria banyak. Yang penting mau menindak tegas tersangka kelas kakap, tidak hanya memberikan SP3 atau di-petieskan," pungkas Emmerson yang didamping aktifis ICW lainnya, Deta Arta Sari dan Febri Diansyah.
(Ari/iy)











































