"Berdasarkan temuan kami, 56 tewas. 48 Orang diidentifikasi sebagai milisi dan sisanya warga sipil. 15 Luka-luka, termasuk 2 Taliban," ujar Gubernur Kunduz Mohammad Omar, seperti ditulis AFP, Minggu (6/9/2009).
Omar menambahkan, seluruh korban warga sipil tersebut tewas dalam sebuah mobil bahan bakar, termasuk seorang anak.
Serangan udara itu menghancurkan dua mobil tanki tersebut. Pemerintah Afganistan mengira korban warga sipil jatuh karena banyak warga desa sekitar yang mendatangi mobil tanki untuk meminta bahan bakar gratis.
(rdf/iy)











































