“Susu bayi masih kurang,” kata Tini, warga pengungsi di lokasi kepada detikcom, Minggu (6/9/2009).
Untuk menghilangkan rasa lapar bayinya, Tini terpaksa memberi air putih yang dicampur gula untuk anaknya itu. “Kadang saya lumatkan biskuit,” katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tini meminta bantuan pemerintah untuk memperhatikan kondisi bayi mereka. “Kita perlu selimut bayi, baju bayi, dot dan botol susu,” pungkasnya.
Stok Obat Aman
Sementara itu, beberapa korban gempa Cianjur yang berada di posko pengungsian mengalami sakit-sakitan. Sejauh ini, tim medis menyatakan stok obat-obatan untuk korban gempa masih aman. “Stoknya sih masih aman,” kata dokter relawan dari RS PMI Bogor, dr. Dadang.
Dadang mengatakan, suplai obat-obatan tersebut berasal dari RS PMI Bogor. Obat-obatan tersebut didistribusikan ke beberapa posko pengungsian, seperti di
Kampung Babakan dan Kampung Pamoyanan.
Kondisi warga pengungsian sendiri tergolong sehat. Namun, beberapa diantaranya mengalami gatal-gatal dan batuk. “Paling tambahan obat batuk dan antibiotik saja,” katanya. Suplai obat-obatan sendiri terus mengalir sejak terjadinya gempa. Hingga harim keenam, kondisi fisik korban gempa mulai memulih.
(mei/iy)











































