Rini Sedih Tak Bisa Nulis Cerita Lagi

Gempa 7,3 SR

Rini Sedih Tak Bisa Nulis Cerita Lagi

- detikNews
Minggu, 06 Sep 2009 11:16 WIB
Rini Sedih Tak Bisa Nulis Cerita Lagi
Jakarta - Nasib anak di pengungsian korban gempa 7,3 skala richter (SR) cukup menyedihkan. Mereka harus rela tinggal di tenda dan kehilangan kesempatan untuk belajar di sekolah. Anak-anak korban gempa itu pun sedih karena tidak bisa sekolah lagi.

Rini Wahyuni (12), korban gempa di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya ini, mengaku rindu belajar di sekolah. Khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia yang sangat digemarinya.

"Nilai saya selalu 9 dan 10 kalau pelajaran Bahasa Indonesia, saya sedih nggak bisa belajar lagi," ucap Rini sendu, Minggu (6/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SD Nagalintang 1 yang selama ini dijadikan tempat menimba ilmu oleh Rini luluh lantak akibat gempa. Tidak ada ruang kelas yang bisa dimanfaatkan untuk proses
belajar mengajar.

Buku-buku pelajaran sekolah Rini juga sudah tidak jelas nasibnya seiring dengan runtuhnya rumah. Kini kegemarannya untuk menulis cerita pun harus terhenti.

"Saya kehilangan buku diary dan pulpen kesayangan saya yang biasa dipakai buat nulis cerita-cerita," ungkapnya.

Nasib serupa juga dialami oleh ribuan murid lain yang sekolahnya hancur akibat gempa. Di Kecamatan Cigalontang khususnya, sedikitnya ada puluhan SD serta
Madrasah yang tidak layak pakai lagi. SMP dan SMA yang rusak pun jumlahnya tidak sedikit.

Rini dan anak-anak yang masih dalam usia sekolah lainnya hanya bisa berharap agar sekolah kembali dibuka, meski hanya beratapkan langit dan tidak bermeja.

"Biar Rini bisa belajar lagi bahasa Indonesia," tutupnya lirih.
(mad/iy)


Berita Terkait