Pasrah Tergulung Lumpur, Yanti Selamat dari Maut

Gempa Cianjur

Pasrah Tergulung Lumpur, Yanti Selamat dari Maut

- detikNews
Minggu, 06 Sep 2009 01:05 WIB
Pasrah Tergulung Lumpur, Yanti Selamat dari Maut
Cianjur - Yanti (30), tak pernah bermimpi akan tertimpa musibah gempa. Firasat buruk pun tidak pernah terlintas di benaknya hingga musibah itu terjadi dan akhirnya merenggut nyawa 3 buah hatinya.

"Tidak ada firasat buruk. Sama sekali tidak ada," kata Yanti kepada detikcom, Sabtu (5/9/2009).

Di posko pengungsian yang terletak 1 kilometer dari lokasi bencana, Kampung Babakan, Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, Cianjur, Yanti hanya meringkuk lesu. Air matanya berurai tatkala mengingat peristiwa menyedihkan itu.

Saat itu, Rabu 2 September pukul 14.55 WIB. Yanti tengah asyik di dapur mengolah makanan untuk sajian buka puasa.

"Lagi ngolah makanan di dapur buat buka puasa," ungkapnya.

Ketiga buah hatinya Iman (14), Danil (10) dan Cucu (3) pun saat itu duduk manis di rumah, menunggu buka puasa. Sang suami, Drajat (33) pergi ke rawa yang terletak 100 meter dari rumahnya untuk mengambil rumput pakan.

Sebelumnya, suami Yanti, Drajat (33) sempat melarang Iman untuk main play station (PS). "Jangan main PS kata saya sama anak-anak," kata Drajat mengingatkan Iman.
   
Akhirnya, ketiga anaknya hanya menonton tv seharian itu. Tanpa firasat buruk, Drajat pergi ke rawa.

Di rumah, Yanti bergumul dengan asap. Tiba-tiba saja, dia mendengar suara gemuruh seperti ombak di luar rumahnya.

"Saya langsung keluar melihat apa yang terjadi," ucap Yanti.

Lumpur Menggulung
 
Bongkahan batu besar sudah berada di pelupuk mata, bergelinding ke arahnya. Yanti kemudian menarik ketiga anaknya yang sedang nonton.

"Anak-anak menangis," ungkapnya.

Sambil mencoba keluar dari gulungan batu-batu besar, Yanti menggendong Cucu, anak paling bontot. Namun, lumpur rawa menghempaskan dirinya.

"Anak-anak saya sudah tidak tahu lagi dimana saat itu," ucapnya sambil terisak.

Seketika, Yanti sudah berada jauh 100 meter dari rumahnya. Dengan mata gelap, Yanti mencoba meronta.

Sesak dia rasakan akibat tertimbun lumpur. Tangannya pun mencoba mencakar tumpukan lumpur yang sudah menutupi sekujur badannya.

Ditengah kepasrahannya, Yanti berdoa. "Lalu saya lihat ada cahaya," tuturnya.

Di atas permukaan tanah, Drajat mencoba mengeluarkan Yanti dari timbunan lumpur. "Dan Alhamdulilah, saya selamat. Tapi anak-anak saya meninggal semuanya," ujarnya sambil menangis.

Kini, tak hanya luka fisik yang dialaminya. Namun, kepedihan akan kehilangan 3 buah hatinya begitu membekas di hatinya.

(mei/ape)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads