Dari sekitar 112 rumah yang mengalami kerusakan, sekitar 30 di antaranya mengalami rusak parah, terutama bangunan rumah yang terbuat dari dinding kayu. Sebagian warga membiarkan reruntuhan rumahnya karena tidak dapat diperbaiki lagi.
Kerusakan terparah terjadi di Desa Sembahe, sedangkan dua desa lainnya, Desa Tuntungan II dan Tanjung Anom, sebagian besar mengalami rusak sedang dan ringan.
Dalam peristiwa tersebut, Andi, bocah berusia tujuh tahun warga Desa Tuntungan II, mengalami luka pada bagian kepala akibat tertimpa material atap rumah.
Menurut Kepala Desa Tuntungan II, Suriono, angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba terjadi pukul lima sore. Warga tidak menyangka akan ada angin kencang karena cuaca saat itu tidak mendung.
"Cuacanya tidak mendung. Tapi tiba-tiba datang hujan deras sama angin. Warga jadi ketakutan karena atap rumahnya berterbangan," kata Suriono.
Angin puting beliung tidak hanya menerbangkan atap rumah, namun juga menumbangkan sejumlah pohon. Untuk sementara, sebagian warga memanfaatkan bagian rumah yang porak-poranda sebagai tempat berteduh.
Sedang sebagian lagi mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga yang tidak terkena bencana tersebut. Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memberikan perhatian terhadap para korban.
(rul/ape)











































