"Saya belum menerima laporan itu. Nanti saya cek ke lapangan dan Panglima Kodam Jaya dulu," kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen yang dihubungi detikcom, Sabtu (5/9/2009) siang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polsek Metro Matraman diserang sekitar 20 orang yang menggunakan sepeda motor tadi malam, pukul 02.00 WIB. Mereka merusak dan memecahkan kaca jendela. Tidak hanya itu, para penyerang juga merusak sebuah mobil patroli polisi dan mobil Nissa X-Trail yang sedang parkir di halaman kantor polisi itu.
Puluhan pria itu, yang menurut keterangan warga sekitar umumnya berambut cepak, langsung turun dari motor mereka dan kemudian melemparkan batu dan merangsek masuk. Saat tiba mereka tiba di lokasi langsung berteriak agar polisi membebaskan temannya yang ditahan.
Menurut sumber di kepolisian, para penyerang ini adalah oknum di kesatuan tertentu yang tidak terima karena temannya ditahan pihak Polsek Matraman saat sedang melakukan trek-trekan liar pada Kamis (3/9/2009) malam. Namun para pelaku semuanya berhasil melarikan diri.
Secara terpisah Kepala Dinas Penerangan AD, Brigjen TNI Christian Zebua pun mengaku belum tahu kejadian tersebut. "Kita belum tahu kasus itu. Kita memang mendengar ada informasi pelaku berambut cepak. Tapi saya belum tahu," ungkapnya kepada detikcom.
Karena itu, lanjut Christian, pihaknya sedang mencari informasi yang lebih detail kepada pihak kepolisian dan Kodam Jaya. "Apakah betu itu anggota TNI atau bukan. Nanti kita informasikan kembali, kalau sudah mendapatkan informasi yang jelanya," ujarnya.
(zal/djo)











































