Kubu Surya Paloh Nilai Pencalonan Ical Langgar AD/ART

Berebut Ketum Golkar

Kubu Surya Paloh Nilai Pencalonan Ical Langgar AD/ART

- detikNews
Jumat, 04 Sep 2009 22:20 WIB
 Kubu Surya Paloh Nilai Pencalonan Ical Langgar AD/ART
Surabaya - Kubu Surya Paloh berusaha habis-habisan untuk menghadang Aburizal Bakrie alias Ical dalam perebutan calon Ketua Umum Partai Golkar. Salah satu senjata untuk melumpuhkan Ical adalah dengan AD/ART.
 
Ical dinilai bakal terganjal pencalonan jika Munas menggunakan aturan sesuai AD/ART.
 
"Jika berpegang AD/ART makan hanya dua orang yang bisa mencalonkan diri sebagai Ketum Partai Golkar yakni Surya Paloh dan Yuddy Chrisnandi," kata Edison Betaubun, pengurus DPP Partai Golkar kepada wartawan di Hotel Sangri La Surabaya, Jumat (4/9/2009).
 
Politisi yang juga menjadi tim sukses pemenangan Surya Paloh menyatakan, mereka yang berhak mencalonkan sesuai dengan AD/ART adalah kader yang pernah menjadi pengurus Partai Golkar di semua tingkatan, atau menjadi pengurus organisasi yang mendirikan atau didirikan Partai Golkar selama satu periode penuh.
 
"Pak Surya Paloh memenuhi syarat itu. Sudah tidak diragukan lagi," tambahnya saat didampingi Ketua Tim Sukses Surya Paloh, Sugeng Suprawoto.
 
Ical dinilai tidak pernah menjadi pengurus organisasi yang mendirikan atau didirikan Partai Golkar selama satu periode penuh. Dengan adanya persyaratan sesuai anggaran dasar itu, maka kesempatan Ical menjadi calon Ketum Partai Golkar pada Munas pada awal Oktober 2009 nanti terancam kandas.
 
"Dari segi persyaratan anggaran dasar partai kan tidak memenuhi persyaratan. Bisa ikut kalau mereka berhasil merubah anggaran dasar hingga bisa memenuhi persayaratan. Itulah yang diperjuangkan oleh mereka dan akan kita lawan," tegasnya.
 
Perlawanan habis-habisan yang akan dilakukan kubu Surya Paloh yakni mengkonsolidasi DPD seluruh Indonesia.

"Sementara ini kita konsolidasi dengan teman-teman DPD untuk menyatukan pikiran yang sama, meluruskan cara berpikir yang tidak betul seperti itu," jelasnya.

(roi/lrn)


Berita Terkait