Hal ini disebutkan Direktur ATKP Medan, Bambang Wijaya Putra di kampus ATKP Medan, Jl. Penerbangang, Kawasan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Jumat (4/9/2009).
"Penyerahan CCTV, tujuannya untuk mempermudah penyelidikan pihak penyidik. Cuma itu saja," kata Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang juga sempat berkomentar soal mengapa jazad Hendra Syahputra tidak diotopsi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan sesaat setelah tewas. Bambang mengaku kebingungan karena peristiwa tersebut baru pertama kali terjadi di sepanjang lembaga pendidikan bidang keselamatan penerbangan tersebut berdiri.
"Saya tidak berada di tempat saat peristiwa terjadi. Jadi saya bingung. Tidak tahu apa yang apa yang akan dilakukan, karena peristiwa seperti ini baru pertama kali terjadi di ATKP Medan," kata Bambang.
(rul/djo)











































