"Biaya untuk membom itu tidak besar. Yang besar itu biaya infiltrasi, observasi, dan pembentukan jaringan," ujar mantan Kepala Badan Intelejen (BIN) Hendropriyono usai diskusi Tadarus Kebangsaan Ramadan, di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2009).
Hendro juga munduga, aliran dana terorisme berasal dari luar negeri, khususnya Al-Qaeda.
"Dana juga bisa didapatkan dalam negeri. dana Logistik dari sumbangan perseorangan," kata dia.
Hendro menambahkan, Sumber dana untuk kegiatan terorisme akan cepat terendus jika berasal daru satu sumber.
"Yang sulit kalau sumber logistk itu terpencar sehingga susah mendeteksi jaringannya," pungkasnya.
(fiq/ndr)










































