"Yang harus diwaspadai adalah habitat dari munculnya terorisme, seperti apa yaitu lingkungan di mana habitat itu setuju dengan paham tersebut. Ciri-cirinya yang setuju (pelaku teror) mujahid," jelas Nasir usai diskusi Tadarus Kebangsaan Ramadan, di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2009).
Nasir kemudian membagi pendukung teroris menjadi dua kelompok. "Kalau pendukung aktif itu seperti orang-orang yang DPO, kalau pasif itu kita, seperti media yang menyebut pelaku pemboman itu pengantin," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ndr/asy)











































