"Tergantung menilainya, sebagai pahlawan atau trouble maker . Pendapat saya Munir adalah korban pembunuhan," kata Hendro menjawab pertanyaan peserta diskusi yang menanyakan apakah Munir itu pejuang HAM atau trouble maker .
Hal ini disampaikan dia dalam diskusi Tadarus Kebangsaan Ramadan, di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2009).
Munir terbunuh pada 7 September 2004. Terbunuhnya Munir disebut-sebut melibatkan aparat intelijen. AM Hendropriyono yang kala Munir terbunuh menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mengaku tidak tersangkut paut.
(aan/nrl)











































