"Sudah Normal. Dari Cawang pasokan airnya sudah kembali pada tekanan 6200 liter per detik," ujar Humas PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), Meyritha Maryanie kepada detikcom, Kamis (4/9/2009). Palyja adalah salah satu operator air bersih di Jakarta.
Meyritha mengakui, saat gempa melanda Jakarta 2 September lalu, pasokan air untuk wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat memang sempat turun hingga 70%. Hal itu karena adanya kebocoran di salah satu jaringan pipa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Meyritha juga mengklarifikasi tentang penutupan instalasi saluran air di Pejompongan I dan Pejompongan II. "Jadi tidak benar kita menutup instaasi Pejompongan I dan Pejompongan II," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, gempa yang berkekuatan 7.3 Skala Ricther yang berpusat di laut selatan menggoyang Jakarta. Akibatnya, pipa sambungan air mengalami kebocoran sehingga membuat DKI Jakarta kekurangan pasokan air.
(fiq/ken)











































