"Ketua DPR tentu harus memiliki cukup pengalaman. Misalnya, Pak Syarief Hasan kan
sudah pernah menjadi ketua fraksi," ujar Sekjen PAN, Zulkifli Hasan kepada wartawan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2009).
Selain pengalaman, lanjut Zul, kemampuan menjalin hubungan baik dengan berbagai kekuatan politik dan kalangan masyarakat sangat diperlukan. Hal ini penting agar dalam rangkaian pengambilan keputusan DPR dapat dilakukan dengan baik dan sesuai dengan harapan dan aspirasi publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu harus memiliki komunikasi politik yang baik. Tentu dibutuhkan lobi-lobi dalam perumusan Undang-Undang," ungkap Zul.
Selain nama Syarif, Zul juga menyebut nama Anas Urbaningrum. Menurutnya, sosok Anas yang juga tokoh muda dinilai potenial menjadi ketua DPR. Namun pengalaman Anas yang baru pertama kali menjadi anggota DPR akan memiliki nilai beda dengan Syarief. "Anas tentu memiliki talenta yang baik," imbuh Zul.
Namun demikian, Zul menyadari bahwa partainya tidak memiliki wewenang apapun terkait penentuan Ketua DPR. Sebab, UU Parlemen sudah menetapkan bahwa pos Ketua DPR sudah menjadi hak prerogatif PD sebagai pemenang pemilu dan pemilik kursi terbesar di DPR. "Semua berpulang kepada Pak SBY," tegas calon menteri SBY ini.
Sebelumnya beredar 5 nama kader PD yang bakal mengisi kursi Ketua DPR. Kelima nama itu adalah, Syarief Hasan, Anas Urbaningrum, Marzuki Alie, Taufiq Effendi dan Hayono Isman. Dari 5 nama ini hanya 2 yang berpengalaman menjadi anggota DPR yaitu Syarief dan Hayono Isman.
(van/yid)











































