Satu-satunya cahaya yang menemani warga saat malam hari adalah lilin dan lampu minyak. Aliran listrik warga sudah diputus seiring dengan luluh lantahnya bangunan rumah.
"Kebutuhan kami yang paling utama saat ini adalah tenda dan tempat berlindung. Kalau makanan masih bisa kita cari dari kebun," kata Suryana, Ketua RT 27 Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Ciamis, Jabar, Jumat (4/9/2009).
Selain tenda, warga juga kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan 'mesin ajaib' yang mampu 'menyulap' air sungai menjadi air siap minum belum bisa dimaksimalkan. Sebab, sumber air di wilayah tersebut kering kerontang.
Aparat desa penghasil kedelai ini juga kesulitan melakukan pendataan. Hal ini karena para petugas sibuk mengurusi rumah yang rusak akibat gempa.
"Saya baru saja beres mendata, eh sekarang sudah diminta mendata lagi, kapan beresin rumahnya," kata Suryana.
(mad/aan)










































