"Hari ini jam 04.00 waktu setempat KBRI kita mau ketemu dengan pihak Bea Cukai Filipina untuk meninjau dan membahas lebih lanjut," ujar juru bicara Deplu Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom, Jumat (4/9/2009).
Pemerintah Filipina masih terus menyelidiki dan mengumpulkan bukti terkait dugaan pengiriman senjata jenis SS1-V1 ilegal tersebut. Indonesia menginginkan penjelasan masalah sebenarnya yang terjadi.
"Masalahnya seperti apa dan apa yang dilakukan pihak Filipina? Yang pasti mereka menyampaikan senjata tersebut tidak terkait dengan pemberontakan. Namun hal ini masih terus diselidiki," kata Faiz.
(mpr/iy)










































