Singapura Temukan H1N1 dalam Daging Babi Indonesia

Singapura Temukan H1N1 dalam Daging Babi Indonesia

- detikNews
Jumat, 04 Sep 2009 14:34 WIB
Singapura Temukan H1N1 dalam Daging Babi Indonesia
Singapura - Virus influenza A H1N1 dideteksi terdapat dalam daging babi yang diimpor dari Pulau Bulan, Kepulauan Riau, ke Singapura. 12 Ekor babi telah dipastikan terinfeksi virus ini.

Seperti dilansir The Straits Times, Jumat (4/9/2009), 8 babi yang terinfeksi saat ini telah dikarantina, sementara 4 lainnya telah dibawa ke rumah jagal di Jurong untuk dipotong dan dijual. Belum diketahui bagaimana virus ini dapat menginfeksi babi-babi tersebut.

Masyarakat Singapura menjadi khawatir untuk mengkonsumsi daging babi. Namun, Pusat Kehewanan dan Makanan Hasil Pertanian Singapura (Agri-Food and Veterinary Authority/AVA) menjamin tidak akan ada risiko tertular virus ini dengan memakan daging babi. Karena virus H1N1 tidak ditularkan melalui kontak langsung dengan babi.

Staf eksekutif AVA, Tan Poh Hong, mengatakan pemerintah telah meningkatkan pengawasan dan mengambil tindakan langsung terkait kasus ini. Inspeksi ke peternakan yang tadinya dilakukan setiap bulan, ditingkatkan menjadi setiap minggu. Kemudian petugas yang ada di peternakan dan rumah jagal dilengkapi dengan pelindung khusus, seperti masker, celemek, dan sarung tangan.

"Kita akan terus meningkatkan pengawasan dan memastikan hanya babi yang sehat yang dibawa ke Singapura. Saya ingin memastikan bahwa daging babi yang ada di Singapura aman untuk dikonsumsi," kata Tan.

Sementara, World Health Organisation (WHO) mengatakan tidak ada yang dapat membuktikan dengan memakan daging babi ada risiko terinfeksi virus H1N1. Seorang ahli kesehatan hewan, Dr Alex Thiermann, mengatakan virus H1N1 tidak terdapat di dalam darah maupun daging babi, tapi dalam saluran pernapasan.

Setiap harinya, sekitar 1.000 ekor babi hidup dikirim dari Pulau Bulan, Kepulauan Riau, menuju ke Singapura. Namun, akibat hal ini, beberapa swalayan di Singapura menarik daging babi asal Indoesia dari pasaran dan diganti dengan daging babi asal Australia.

(nvc/nrl)


Berita Terkait