Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (4/9/2009).
Pada Maret lalu, ditemukan setumpuk amplop coklat yang di dalamnya berisi selongsong peluru 9 mm dan surat ancaman yang bertuliskan 'Kalian semua mayat hidup'. Amplop ini dikirimkan kepada Presiden Sarkozy, 2 orang menteri, Walikota Bordeaux dan beberapa politisi lainnya.
Sejak saat itu, beberapa surat serupa muncul secara luas di kantor-kantor anggota pemerintahan di Perancis. Dan setelah diselidiki, surat-surat tersebut diketahui dikirim dari salah satu kantor pos yang ada di kota Montpellier, Agustus lalu.
Oleh karena itu polisi menangkap 11 orang yang semuanya tinggal di desa dekat kota Montpellier, sebelah barat daya Perancis, dan diduga terkait dengan kasus tersebut. 11 Orang yang ditangkap itu antara lain penjaga toko, mantan tentara, dan anggota klub menembak. Selain menangkap 11 orang, polisi juga meminta keterangan dari 7 orang lainnya.
Surat tersebut ditandatangani oleh sekelompok orang tak dikenal yang menyebut dirinya sebagai 'Pejuang dari Sel 34'. Salah sorang sumber dari kehakiman mengatakan 11 orang yang ditahan tersebut beberapa merupakan aktivis politik yang pernah berunjuk rasa terhadap pembangunan turbin angin di kota tersebut, yang walikotanya ternyata juga menerima surat serupa.
Polisi mengatakan penyusuran yang dilakukan di tempat tinggal para tersangka belum berhasil menemukan bukti-bukti yang meyakinkan. Maret lalu, polisi pernah menahan seorang pria yang diduga terkait dengan kasus surat tersebut, namun akhirnya dia dibebaskan tanpa tuntutan.
(nvc/nrl)











































