"BMKG tidak pernah memberikan informasi akan terjadi gempa. Isu ini tidak benar, hanya isu belaka," ujar Kepala Balai Besar II BMKG Suhardjono, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (4/9/2009).
Isu tersebut beredar lewat SMS, instant messenger, status facebook maupun twitter. Bunyinya antara lain 'Mohon waspada -- menurut sumber di BMG sekitar jam 13 atau 14 WIB akan terjadi gempa yang lebih besar dari kemarin. Berdoa aja semoa tidak terjadi dan Allah melindungi kita semua.' Pesan yang beredar lainnya menyebutkan gempa terjadi pukul 02.00 ada yang pukul lainnya. Jadi tampaknya penyebar isu sengaja sering memodifikasi waktu.
Suhardjono menjelaskan untuk memprediksi akan terjadinya gempa, harus ada 3 pertanyaan yang bisa dijawab sekaligus, yaitu di mana, berapa besar dan kapan. Pertanyaan di mana dan berapa besar bisa dijawab, tapi pertanyaan kapan tidak akan pernah bisa terjawab.
"Kalau di mana jelas bisa dilihat dari pergerakan lempengnya, pergerakan bisa dihitung. Kemudian pelepasan energi besarnya berapa bisa dihitung, energi bisa dilihat kekuatannya. Tapi kalau kapannya itu tidak bisa diprediksi," jelas Suhardjono.
Jadi, jangan percaya gosip gempa! (nvc/nrl)










































