Biazon menyatakan, senjata-senjata yang dibawa kapal yang berlabuh di pantai Marieveles di Batan pada 20 Agustus lalu diperuntukkan untuk bertempur dan seharusnya menjadi perhatian militer.
Biazon meminta 'penyelundupan' itu diselidiki oleh komite pertahanan nasional berdasarkan Resolusi Senat 1386.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyatakan, setelah dia membaca laporan tentang 'penyelundupan' itu, dia berpikir bahwa kasus ini bukanlah sekadar penyelundupan.
Biazon mengaku merasa terganggu karena selain disita 50 senjata serbu dan 45 bayonet, aparat juga menemukan empat peti kayu kosong yang menurutnya bisa jadi berisi 150 senjata yang sekarang raib.
"Ini bukan sekadar kasus hilangnya senjata. Ini adalah kasus keamanan nasional karena 200 senjata dapat mempersenjatai satu batalyon," ujar mantan kepala staf angkatan bersenjata ini.
"Di mana keberadaan senjata yang hilang itu? Apakah senjata itu ada di tangan pemberontak? Pemberontak yang mana? Moro Islamic Liberation Front (MILF) atau Abu Sayyaf?" tanyanya.
Biazon menegaskan seharusnya pihak militer tertarik pada isu tersebut, tidak cuma polisi dan aparat pabean Filipina saja.
Menurutnya, investigasi menyeluruh perlu dilakukan karena ada keterlibatan orang asing dalam kasus itu.
PT Pindad dan Pemerintah Indonesia sebelumnya menegaskan, kiriman senjata dan asesorisnya itu berdokumen resmi. Senjata berjumlah 110 unit, rinciannya untuk pemerintah Mali 100 unit dan 10 pistol untuk organisasi olahraga menembak di Filipina.
Menhan Juwono Sudarsono mengakui, rute yang dilalui kapal Captain Ufuk -- yang berhenti di Bataan -- di luar kesepakatan semula. Tanggung jawab PT Pindad sendiri hanya sampai pada pengapalan di Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah itu tanggung jawab pemasok senjata.
Aparat penjaga pantai Filipina sebelumnya menyatakan, telah terjadi pergantian kapten kapal Captain Ufuk pada 19 Agustus. Kapten kapal asal Inggris Bruce Jones, diganti oleh John Lawrence Burne. Jones meninggalkan kapal dengan menumpang perahu kecil.
Komandan Penjaga Pantai Adminal Wilfredo Tamayo menyatakan bahwa dia mendapat informasi senjata kiriman yang raib telah dipindahkan ke perahu kecil yang datang dari Subic Bay Yacht Club.
Tamayo mengindentifikasi perahu kecil itu bernama Mou Man Tai, diregistrasi atas nama David Smith yang berkantor di Mandaue, Cebu. Dia juga menyatakan bahwa Captain Ufuk adalah milik perusahaan Plata Trading yang berpusat di Makati namun diregistrasi di Panama.
(nrl/iy)











































