Hal itu disebabkan pengungsi hanya mendirikan tenda dengan perlengkapan seadanya. Tenda terbuat dari terpal dan berdinding jarit ataupun kain sarung.
"Mulai flu. Sudah 2 malam tidur di luar begini. Anginnya kencang sekali, pada kena demam dan kedinginan," kata Asep (29), warga Sendang Jaya, Banjar Sari, Ciamis, Jabar, Jumat (4/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
sembako belum terlihat penuh. Hingga Kamis malam, bantuan darurat hanya terlihat dari Korem dan Kodim setempat serta Yayasan Budha Tzu Chi.
Alhasil, warga hanya tidur di bawah tenda seadanya dan dinding sederhana yang tidak bisa menghambat hembusan angin malam. Untungnya, nyamuk sedang tidak mengganas.
"Hampir semua rumah hancur. Nggak bisa tidur di dalam, takut roboh total ," ucap Asep.
(Ari/sho)










































