Buat Film Dokumenter Gengster, Seorang Jurnalis Terbunuh

Buat Film Dokumenter Gengster, Seorang Jurnalis Terbunuh

- detikNews
Jumat, 04 Sep 2009 05:50 WIB
Buat Film Dokumenter Gengster, Seorang Jurnalis Terbunuh
San Salvador - Kadang kala nyawa adalah taruhan menjadi seorang jurnalis. Seorang jurnalis asal Prancis-Spanyol terbunuh seminggu sebelum ia mengeluarkan film dokumenternya yang mengisahkan kejahatan kelompok pengedar obat-obatan terlarang dan tindak pemerasan di Amerika.

Christian Poveda (54), nama wartawan itu, ditemukan tewas tertembak pada Rabu (2/9/2009) di dekat kendaraannya di San Salvador. Motif pembunuhannya belum diketahui secara pasti, apakah dia sebagai korban perampokan ataukan korban pembunuhan oleh anggota kelompok yang dijadikan film dokumenternya.

"Kami tidak dapat menghubungkan kematiannya dengan hipotesis apapun," ujar polisi Marco Tulio Lima, seperti dilansir AFP, Kamis malam (3/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi pihak lain menyatakan perampokan bukanlah motif pembunuhan. Sebab motor, kamera, dan perlengkapan pria yang sempat menghadapi perang El Savador 1980-1992 ini masih tetap utuh di tempat kejadian perkara.

Sebelum kematiannya, Christian tengah membuat film dokumenter berjudul 'La Vida Loca.' Film ini berkisah tentang 18 kelompok pengedar obat-obatan terlarang yang dikenal bernama 'maras' di La Campanera.

Rencananya, film yang menggambarkan anggota-anggota kelompok yang bertato itu akan diluncurkan 30 September 2009. Akan tetapi karyanya itu dikabarkan tidak disukai oleh kelompok geng lainnya hingga berujung pada kematian Christian.

"Hal yang paling mungkin, ia adalah korban dari salah satu kelompok yang dia investigasi. Dunia penjahat yang bahkan otoritas lokal pun tidak dapat menanganinya," ujar kepala reporter Without Borders, Jean-Francois Julliard.

Sementara itu, penghormatan kepada Christian mengalir dari seluruh dunia. Banyak jurnalis yang menyampaikan bela sungkawa.

"Ini adalah kehilangan yang menyedihkan. Tangan kejahatan telah mengambil dirinya dari kita," ucap Asosiasi koresponden luar El Salvador, Juan Jose Dalton.
(amd/sho)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini