Christian Poveda (54), nama wartawan itu, ditemukan tewas tertembak pada Rabu (2/9/2009) di dekat kendaraannya di San Salvador. Motif pembunuhannya belum diketahui secara pasti, apakah dia sebagai korban perampokan ataukan korban pembunuhan oleh anggota kelompok yang dijadikan film dokumenternya.
"Kami tidak dapat menghubungkan kematiannya dengan hipotesis apapun," ujar polisi Marco Tulio Lima, seperti dilansir AFP, Kamis malam (3/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum kematiannya, Christian tengah membuat film dokumenter berjudul 'La Vida Loca.' Film ini berkisah tentang 18 kelompok pengedar obat-obatan terlarang yang dikenal bernama 'maras' di La Campanera.
Rencananya, film yang menggambarkan anggota-anggota kelompok yang bertato itu akan diluncurkan 30 September 2009. Akan tetapi karyanya itu dikabarkan tidak disukai oleh kelompok geng lainnya hingga berujung pada kematian Christian.
"Hal yang paling mungkin, ia adalah korban dari salah satu kelompok yang dia investigasi. Dunia penjahat yang bahkan otoritas lokal pun tidak dapat menanganinya," ujar kepala reporter Without Borders, Jean-Francois Julliard.
Sementara itu, penghormatan kepada Christian mengalir dari seluruh dunia. Banyak jurnalis yang menyampaikan bela sungkawa.
"Ini adalah kehilangan yang menyedihkan. Tangan kejahatan telah mengambil dirinya dari kita," ucap Asosiasi koresponden luar El Salvador, Juan Jose Dalton.
(amd/sho)










































