"Khusus HDCI tidak pernah (eksklusif). Kami dari HDCI diarahkan jangan arogan, karena kita bukan warga negara kelas satu. Hak dan kewajiban sama dengan yang lain," kata Sekjen HDCI Djoko Saturi saat dihubungi melalui telepon, Kamis (3/9/2009).
Dia menjelaskan, pengurus pusat selalu menyarakan dan memberitahu seluruh anggota agar tidak berlaku eksklusif. "Kalaupun ada yang begitu oknum. Yang eksklusif, kalau dari klub tidak bisa dibiarkan, kalau ada yang melanggar silahkan ditindak," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara terkait surat kendaraan bermotor milik anggota HDCI, Djoko mengakui bila dari sekitar 2.500 anggotanya, ada sekitar 800-1.000 yang tidak memiliki surat.
"Bukan tidak mau bayar, tapi kemana bayarnya. Pernah ada program pemutihan dari Bea Cukai tapi tidak jalan, padahal anggota kita mau mengurusnya," imbuhnya.
Persoalannya memang, untuk motor yang dibawah tahun 1998, karena dahulu tidak membeli melalui dealer seperti sekarang, kesulitan soal pengurusan surat.
"Ya saya tegaskan, kalau mau bayar kemana," tutupnya.
(ndr/yid)











































