"Mungkin strukturnya seperti Menteri Koordinator (Menko) kalau di kabinet. Tugasnya membantu ketua umum dan mengkoordinir tugas-tugas ketua DPP," kata Agung kepada wartawan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2009).
Selain menambah 3 pos wakil ketua, struktur baru yang akan juga dibentuk Majelis Kehormatan yang posisinya akan mendampingi Dewan Penasehat dan DPP. Majelis Kehormatan akan lebih berperan dalam memberikan pertimbangan-pertimbangan soal program ideal kepartaian dan memberi nasihat kepada DPP Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan ini Agung juga mengungkapkan soal agenda Munas di Riau. Agung menjelaskan, setidaknya ada 5 hal yang akan dibicarakan dalam forum tertinggi Golkar tersebut, yakni menyikapi pertanggungjawaban pengurus DPP, membahas perubahan AD/ART, menyusun program kerja partai untuk lima tahun ke depan, rekomendasi politik, dan pemilihan ketua umum berikut
formaturnya.
"Untuk formatur, seperti munas-munas sebelumnya akan terdiri dari komponen daerah, ormas, dan ketua umum terpilih. Mereka lah yang nantinya akan membentuk kepengurusan DPP hasil Munas," papar Agung.
Menurut Agung, jika Triple A diberi kepercayaan untuk memegang kepengurusan Golkar, struktur kepengurusan partai mendatang akan disusun dengan lebih mencerminkan kekuatan basis dukungan masyarakat. Selain itu pengurus ke depan harus mampu menjamin akses aspirasi masyarakat kepada partai dan anggota dewannya.
"Dengan demikian struktur Golkar periode mendatang akan lebih ramping dan efektif, tetapi kerjanya lincah. Kepengurusan partai ke depan tidak boleh lagi sekedar akomodatif, apalagi dekoratif, tetapi benar-benar bekerja membangun partai" pungkasnya.
Riau Siap Gelar Munas
Dalam kesempatan ini Agung juga mengungkapkan kesiapan Riau menjadi tuan rumah pelaksanaan Munas Partai Golkar pada 4-7 Oktober mendatang. Kesiapannya mencapai 100 persen.
"Kami telah mendapat laporan dari panitia setempat, Gubernur Rusli Zainal, bahwa untuk akomodasi pelaksanaan Munas di Riau sudah sangat siap," ujar Agung.
Sekitar 2.000 lebih kamar hotel untuk menampung delegasi Munas yang akan hadir dari seluruh Indonesia sudah disiapkan. Selain itu, tersedia pula ruang besar untuk persidangan dengan kapasitas antara 3.000 sampai 4.000 orang.
Untuk transportasi, Pemprov Riau akan mengoptimalkan maskapai penerbangan lokal, Riau Airlines, selain penerbangan reguler. Bahkan sistemnya pun dibuat proaktif dengan cara melayani penjemputan dan mengantar pulang para delegasi Munas.
"Kesiapan Riau sebagai tuan rumah penyelenggaraan munas partai berlambang beringin itu sudah tidak diragukan lagi," pungkasnya.
(yid/sho)










































