"Mereka tetap pakai kurir, tetapi belakangan ini cenderung pakai phone banking. Pengiriman melalui HP, SMS atau internet," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duaji di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2009).
Apakah itu bisa dilacak? "Tapi kan bisa pakai nama palsu atau nama orang lain. Kan orang menariknya bisa melalui ATM jadi nggak harus transaksi ke bank lagi. Tidak menggunakan cara tradisional," jelasnya.
Namun Susno belum bisa mengungkapkan siapa pelaku teroris yang melakukan pencairan dana itu. "Untuk personal saya tidak bisa ngomong," tutupnya.
(ndr/yid)











































