Parlemen Iran Setujui 18 Menteri Ahmadinejad

Parlemen Iran Setujui 18 Menteri Ahmadinejad

- detikNews
Kamis, 03 Sep 2009 16:57 WIB
Parlemen Iran Setujui 18 Menteri Ahmadinejad
Teheran - Parlemen Iran, atau yang biasa disebut Majelis Wali, akhirnya menyetujui 18 dari 21 nama calon anggota kabinet yang diajukan Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Dan untuk pertama kalinya Iran akan memiliki seorang menteri wanita dalam pemerintahannya.

Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (3/9/2009).

Setelah membahas nama-nama calon yang diajukan sejak Senin (31/8/2009) lalu, pada hari ini Majelis Wali yang beranggotakan 290 orang melakukan pemilihan anggota kabinet baru dengan cara pemilihan suara terbanyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 21 nama yang diajukan oleh Ahmadinejad, Majelis Wali menolak 3 nama yang menduduki posisi Menteri Energi, Menteri Kesejahteraan Rakyat, dan Menteri Pendidikan. 2 Di antaranya adalah nama perempuan yang diajukan.

Dengan demikian, dari 3 perempuan yang menjadi nominasi anggota kabinet, hanya Marzieh Vahid-Dastjerdi yang menduduki posisi Menteri Kesehatan yang disetujui oleh Majelis Wali. Maka Marzieh menjadi menteri wanita pertama di negara Islam itu.

Sementara itu, Ahmad Vahidi sebagai nominasi Menteri Pertahanan mendapatkan suara terbanyak, yaitu 227 suara dari total 286 suara anggota Majelis Wali. Padahal pencalonan Ahmad sebagai menteri mendapat kecaman dari Argentina.

Ahmad dianggap terlibat dalam peristiwa pemboman pusat agama Yahudi di Buenos Aires tahun 1994 yang menewaskan 85 orang. Terhadap hal ini Iran telah menyatakan diri tidak terlibat di dalamnya.

Sementara itu, yang cukup melegakan bagi Ahmadinejad, nominasi menteri yang menduduki posisi penting dan krusial semuanya disetujui oleh anggota Majelis Wali. Seperti Menteri Perminyakan, Menteri Pertahanan, Menteri Intelijen, Menteri Dalam Negeri, Menteri Ekonomi, dan Menteri Luar Negeri.

Setelah pemilihan hari ini, Ahmadinejad memiliki waktu 3 bulan untuk mengajukan nama baru sebagai pengganti nama yang ditolak oleh Majelis Wali. Namun, terlepas dari penolakan 3 nama tersebut, kabinet baru Ahmadinejad akan segera mulai bertugas dan mengadakan rapat kabinet pertamanya pada minggu mendatang.

(nvc/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads