"Sebulan ke depan PDIP akan memutuskan apakah akan berkoalisi dengan Pak SBY atau tidak," ujar fungsionaris DPP PDIP Effendi Simbolon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2009).
Menurut Effendi, menguatnya wacana berkoalisi dengan SBY dimulai sejak PDIP kalah pemilu 9 April lalu. Peluang untuk membesarkan partai moncong putih pun akan bisa dilakukan jika bersama-sama ada di kekuasaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut anggota komisi VII DPR ini, selama ini PDIP terus menunggu keputusan akhir ketua umumnya, Megawati Soekarno Putri. Karena amanat Rapimnas, keputusan akhir partai ada ditangan Mega.
"PDIP itu ya Ibu Mega, Ibu Mega ya PDIP, jadi pemikiran kami tetap Ibu Mega. Putusan akhir PDIP di Ibu Mega," imbuh Effendi.
Effendi kemudian berseloroh jika sampai berkoalisi dengan SBY. Effendi tak mau disebut berkoalisi dengan Partai Demokrat. "Bukan dengan Partai Demokrat loh, saya pikir PKS juga kontrak koalisinya dengan Pak SBY bukan PD," pungkasnya sembari tertawa.
(van/yid)










































