"Diimbau menggunakan angkutan umum saja, lebih aman," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshanda kepada detikcom, Kamis (2/9/2009).
Chryshnanda mencontohkan beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan para biker saat mudik. Banyak pemudik yang membawa anak di bawah umur naik motor.
"Berboncengan lebih dari dua orang. Bawa bayi, itu kan sangat berbahaya," ujarnya.
Dikatakan dia, pemudik harus lebih mementingkan keselamatan keluarga dibanding pengiritan biaya mudik itu sendiri. "Memang lebih murah. Tapi coba bayangkan, kasian anaknya menghirup asap polusi kendaraan yang tidak sehat," jelasnya.
Penggunaan motor saat mudik sendiri tidak dilarang. Namun, pemudik perlu memperhatikan keselamatan saat mudik menggunakan motor.
"Untuk jarak dekat sih boleh saja. Tapi jangan lupa perhatikan keselamatannya juga," kata dia.
Penggunaan helm standar perlu diperhatikan. Jangan bawa muatan atau barang berlebih saat Anda mudik menggunakan motor.
"Karena ini akan mengganggu kelancaran kita sewaktu membawa motor," tuturnya.
Demi keselamatan, lebih baik gunakan angkutan umum seperti kereta atau bus. Atau gunakan fasilitas dari pemerintah yang menyediakan sarana transportasi gratis saat mudik bareng.
"Nanti ka nada perushaan-perusahaan yang menyediakan bus gratis untuk mudik bareng. Itu lebih aman," ungkapnya.
Bila Anda bersikeras naik motor, sebaiknya mudik dengan berkonvoi. Mintalah pengawalan petugas lalu lintas selama perjalanan.
(mei/aan)











































