"Menurut surat yang kami terima, bang Jibril bertemu dengan Syaifudin pada saat umroh," kata adik M Jibril, Mikail Arrahman kepada detikcom, Kamis (3/9/2009).
Mikail mengatakan, tuduhan polisi yang menyatakan kakaknya terlibat terorisme harus dibuktikan. Sebab Jibril sendiri bertemu dengan Syaifudin tanpa sengaja.
"Itu juga perlu dibuktikan dan belum bisa dibenarkan kejelasannya. Nanti di pengadilan. Kenapa harus melapor? Toh ketemunya bukan direncanakan," ujarnya.
Keluarga pun merasa berang jika Jibril selalu dikatakan tersangka terorisme. "Saya tegaskan lagi bahwa bang Jibril itu tersangka terkait dengan keimigrasian waktu umroh karena memiliki dua paspor dan bertemu dengan salah satu tersangka kemudian tidak melapor,β tegasnya.
(gus/iy)











































