Menurut dr Handrawan Nadesul, pusing-pusing saat goncangan terjadi dapat dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor pertama adalah karena masalah kejiwaan yang bisa berpengaruh pada fisik.
"Gempa adalah kondisi yang tidak biasa, itu akan menimbulkan kondisi panik atau panic reaction," kata Handrawan saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah ini akan berpengaruh pada fisik sehingga timbul keringat dingin, pusing, mual dan sebagainya," kata Handrawan.
Faktor kedua adalah kondisi fisik seseorang. Menurut Handrawan, seseorang yang memiliki gangguan di kepala seperti migrain dan vertigo, biasanya akan mudah pusing saat terjadi goncangan saat gempa.
"Apalagi vertigo, karena posisi kepala berubah, dia bisa kena pusingnya. Tujuh keliling," kata Handrawan.
Lalu bagaimana cara menolong orang yang pusing-pusing setelah terjadi goncangan? "Untuk yang karena stres, dengan hilangnya goncangan biasanya akan reda sendiri. Tapi untuk yang karena vertigo, kalau tidak segera hilang ya harus dibantu dengan obat," ujar Handrawan.
(ken/nrl)











































