Cerita Kepanikan Antasari Saat Gempa

Cerita Kepanikan Antasari Saat Gempa

- detikNews
Kamis, 03 Sep 2009 12:32 WIB
Cerita Kepanikan Antasari Saat Gempa
Jakarta - Kekalutan warga Jakarta saat gempa yang mengguncang, Rabu 2 September kemarin juga dirasakan oleh tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Antasari Azhar. Inilah cerita kepanikan Antasari dan tahanan lainnya saat terperangkap di balik jeruji besi.

"Yang jelas mereka kaget dan panik," kata pengacara Antasari, Ari Yusuf Amir saat dihubungi, Kamis (2/9/2009).

Saat itu, pukul 14.55 WIB, Antasari tengah asyik membaca buku di dalam tahanannya. Diceritakan Ari, perlahan Antasari tidak menyadari kalau dirinya tengah digoyang gempa.

Namun, lama-lama, gempa itu dirasakan oleh Antasari. Antasari pun baru menyadari setelah teman-teman yang senasib dengannya berteriak kepanikan. "Ada gempa...gempa," tutur Ari menirukan tahanan narkoba seperti diceritakan Antasari.

Petugas tahanan pun segera membukakan pintu sel para tahanan. Petugas kemudian menggiringnya ke ruangan terbuka. Namun, dalam kepanikan itu, Antasari yang saat itu mengenakan celana pendek dan
baju tahanan, tetap tenang. "Ya beliau berdoa saja," katanya.

Antasari dan tahanan lainnya berkumpul di ruangan tersebut hingga gempa usai. Sore harinya, keluarga Antasari termasuk istrinya, Ida Laksmiwati datang menjenguk Antasari. Beruntung setelah kejadian tersebut, Antasari tidak mengalani cedera. "Alhamdulillah Pak Antasari sehat, tidak syok," pungkasnya.


Eksekutor Nasrudin Pasrah Berdoa

Kepanikan juga dirasakan oleh para pesakitan, seperti salah satu terdakwa eksekutor Nasrudin Zulkarnaen, Eduardus Ndopo Mbete alias Edo.

"Panik tentunya. Tapi mau gimana lagi, dia lagi di dalam tahanan. Jadi hanya berdoa saja," kata pengacara Edo, Micael Wangge saat dihubungi detikcom, Kamis (3/9/2009).

Micael mengatakan, saat gempa, Edo barusaja tiba di Tahanan Narkoba Polda Metro usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Meski demikian, gempa yang menggoyang Jakarta lebih dari 5 detik itu, tidak membuat kondisi kesehatan Edo menurun. "Sehat dia. Dia baik-baik saja," katanya.

Lebih jauh Micael mengatakan, Rabu kemarin adalah jadwal eksepsi Edo. Pihaknya mengaku keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dinikahinya tidak jelas.

"Yang kedua, masalah kewenangan peradilan. Dia sudah diadili di PN Tangerang, padahal kejadian dia mulai menggerakkan ada di Jakarta," katanya.

(mei/anw)


Berita Terkait