Kelompok pertama yang menggelar aksi adalah gabungan BEM se-Semarang. Kelompok yang mengatasnamakan Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) ini memulai aksinya dari Bundaran
Air Mancur menuju kantor DPRD Jateng, Jalan Pahlawan Semarang.
Para mahasiswa membawa kontrak politik yang dituliskan dalam selembar kertas karton. Namun hingga pukul 11.00 WIB, tak ada tanda-tanda adanya anggota DPRD yang mau
menandatangani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok kedua yang mendemo anggota baru DPRD Jateng adalah Spartan. Mereka merupakan gabungan dari PRD, SRMI, dan beberapa organ aksi.
Sama halnya dengan kelompok pertama, Spartan memulai aksinya dari Bundaran Air Mancur menuju kantor DPRD. Mereka tertahan di pintu gerbang dan hanya bisa berorasi selama beberapa saat.
Untuk menyampaikan pesannya, aktivis Spartan melepas balon yang ditempeli gambar dan tulisan mengenai 'perilaku' anggota DPRD, seperti broker, korupsi, rakyat miskin, atau yang lain.
Hingga pukul 11.15 WIB, kedua kelompok aksi masih bertahan di pintu gerbang kantor DPRD. Polisi mengawal ketat aksi tersebut.
(try/djo)










































