Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Surono, kedalaman pusat gempa yang melebihi 30 kilometerlah yang menyelamatkan warga dari tsunami.
"Walaupun magnitudonya mencukupi untuk tsunami, tapi gempanya cukup dalam lebih dari 30 kilometer. Sehingga kecil kemungkinan terjadi tsunami," kata Surono saat dihubungi detikcom, Rabu (3/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meluasnya area getaran, menyebabkan daya rusak pun membesar. Terutama daerah-daerah yang memiliki karakter tanah yang rawan longsor dan sifat bangunan yang kurang kokoh.
"Seperti halnya di Sukabumi, Cianjur dan Garut yang daerahnya memiliki sifat tanah yang bisa memperbesar efek goncangan dan daerah yang terkenal rawan longsor," ungkapnya.
Gempa susulan juga dimungkinkan terjadi. Hanya saja gempa susulan tersebut magnitudonya semakin lama akan semakin mengecil. Hal ini akibat manifestasi dari gempa awal sehingga kondisi tanah mencari keseimbangan.
"Dia mencari keseimbangan baru, sehingga ada gempa susulan dan akan terus berlangsung sampai kondisi tanahnya stabil," paparnya.
Meski demikian, Surono mengaku, tidak menutup kemungkinan pada titik yang terkena getaran tersebut akan kembali terjadi ketidakstabilan. Hanya saja seberapa besar kemungkinannya hingga kini belum diketahui.
"Kalau tidak stabil lagi di kemudian hari iya. Tapi tidak tahu kapan, seperti apa dan besarnya berapa karena daerah yang saat ini terjadi gempa merupakan wilayah rawan gempa," pungkasnya.
(nov/iy)











































