Pengamat politik LIPI, Lili Romli menilai, jika mengacu pada hasil survei, posisi Ical belum aman. Hal ini disebabkan karena kekuatan Ical bergantung pada figur Akbar Tandjung.
"Kalau posisinya begitu, Ical belum aman betul. Ini karena Ical belum terlalu mengakar. Wajar kalau menonjolkan Akbar Tandjung sebagai vote getter," kata Lili saat dihubungi detikcom, Rabu (2/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Surya Paloh berhasil menggandeng Tutut ataupun Tommy Soeharto, bukan tidak mungkin kekuatannya bakal bertambah," terangnya.
Pengajar ilmu politik di Universitas Indonesia ini menambahkan, peta politik selama sebulan ke depan akan terus dinamis. Apalagi jika lawan-lawan politik Ical terus mengungkap kelemahan-kelemahan Menkokesra ini.
"Yang paling mudah terlihat sekarang ini faktor pragmatisme yang banyak berpengaruh," pungkasnya.
Hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) mencacat Ical mendapatkan dukungan 53,05 persen, Surya Paloh mendapat dukungan 29,77 persen, dan posisi ketiga ditempati Tommy Suharto yang meraih 9,16 persen.
(yid/rdf)











































