Jakarta -
Peringatan akan ancaman tsunami telah dicabut terkait gempa 7,3 skala richter (SR) yang berpusat di Tasik Malaya. Meski begitu, warga yang tinggal di sekitar Pangandaran masih takut untuk kembali ke rumah. Mereka takut, air laut akan naik dan tumpah ke daratan.
"Orang-orang pada ngungsi ke masjid yang jauh dari laut," kata Susi Pujiastuti, pemilik Susi Air yang memiliki rute Jakarta-Pangandaran saat berbincang dengan detikcom, Rabu (2/9/2009).
Susi mengatakan, getaran yang dirasakan di Pangandaran sangat keras. Barang-barang yang berada di lemari berjatuhan. "Gelas-gelas juga pada jatuh dan pecah," kata Susi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gempa yang menggoncang hampir seluruh Jawa itu dirasakan pukul 14.55 WIB. Sejumlah rumah dan bangunan rusak akibat peristiwa ini. Namun hingga kini belum dilaporkan adanya korban jiwa.
(ken/iy)