"Jadi yang disampaikan oleh mereka adalah untuk membuka keterisolasian dari dunia luar, sehingga diperlukan pembukaan jalan tersebut," kata Deputi VI Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Henry Bastaman.
Hal ini disampaikan dalam jumpa pers tentang pencabutan penghargaan lingkungan Kalpataru 2009 dari Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung, di Departemen Lingkungan Hidup, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2009).
Padahal, menurut Henry, di daerah tersebut sudah mempunyai jalan lain menuju akses daerah terdekat. "Saat ini kondisi jalan tersebut masih berupa batu-batuan dan rencananya akan dibuat jalan aspal," ujarnya.
Henry menceritakan, pada tanggal 5 Juni 2009, Ninik Mamak mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Pada bulan Juli, telah terjadi pengerusakan hutan yang dilakukan oleh Ninik Mamak beserta penghulu adat, saudara Dahlan dan Kepala Desa Zulkarnain," jelasnya.
Oleh karenanya, tim verivikasi memberikan rekomendasi kepada Menteri Lingkungan Hidup untuk mencabut penghargaan Kalpataru milik Ninik Mamak.
"Berdasarkan dari verifikasi tim lapangan pada bulan April dan Mei, sudah ada rencana pembukaan jalan tersebut. Namun, kita tidak mengetahui adanya rencana itu," kata dia.
Sementera itu, Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar telah menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait masalah ini.
"Kita baru menyurati. Namun belum ada tanggapan dari Pak Presiden," kata Rachmat.
(fiq/aan)











































