Stigma teroris biasanya langsung dicap pada mereka. Padahal mereka tidak tahu sama sekali soal bom ataupun kelompok teroris Noordin M Top.
"Kita pilih cooling down dahulu, jangan sampai nanti terjadi salah paham," jelas Koko, pria yang mengenakan celana ngatung yang istrinya juga bercadar saat ditemui di Bogor, Rabu (2/9/2009).
Tidak seperti biasanya, kini komunitas ini memilih untuk tidak banyak terlalu berkumpul atau melakukan aktivitas. Bila ada pun biasanya itu di tempat yang memang warganya sudah mengenal baik, para jamaah ini.
"Kita tidak mau ada salah paham," imbuhnya.
Bukan hanya di kawasan Bogor saja, di Depok pun demikian. Mereka takut dianggap sebagai bagian kelompok teroris. Apalagi kini, tatapan masyarakat lebih seksama menatap mereka.
"Kami tidak tahu siapa itu Noordin Top, kami hanya mau menjalankan apa yang kami yakini benar," kata Ugih, warga Depok.
Yang cukup merepotkan, manakala sempat beredar kabar bila Noordin sempat memakai cadar untuk menyamar. Maka syak wasangka pun sempat mampir kepada mereka yang bercadar.
Bila melihat kondisi ini, bisa saja hal serupa terjadi pada artis Soraya Abdullah yang kini menghilang. Apalagi sempat tersiar kabar bila mantan artis yang kini menjadi ustadzah dan bercadar ini dikejar polisi dikarenakan dikait-kaitkan dengan seorang tersangka teroris M Jibril.
Soraya, mungkin saja memilih bersembunyi atau menyepikan diri ke tempat lingkungan yang dia merasa lebih nyaman. Sayang semua belum bisa terkonfirmasi. Dua nomor handphone Soraya tidak bisa dihubungi. Sementara rumah Soraya di Ciputat telah kosong. Menurut Ketua RT setempat, Ananta, Soraya telah pindah dari kompleks itu sejak Juli 2009.
(ndr/iy)











































