Dishub Surakarta Ancam Cabut Izin Bus Carteran yang Ngobyek

Mudik Lebaran

Dishub Surakarta Ancam Cabut Izin Bus Carteran yang Ngobyek

- detikNews
Rabu, 02 Sep 2009 14:34 WIB
 Dishub Surakarta Ancam Cabut Izin Bus Carteran yang Ngobyek
Solo - Dinas Perhubungan Kota Surakarta menegaskan akan menindak tegas bus-bus carteran mencari obyekan atau mengangkut penumpang saat kembali ke Jakarta. Sanksi tegas akan diterapkan dari pembatalan perjalanan hingga usulan penyabutan trayek regulernya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Yoscha Herman Sudrajat, mengatakan selama beberapa tahun terakhir ini penggunaan bus-bus carteran oleh perusahaan maupun organisasi profesi semakin meningkat. Namun hal tersebut seringkali juga menimbulkan persoalan tersendiri.

Persoalan pertama adalah, bus-bus carteran tersebut enggan masuk ke terminal ketika sampai di kota tujuan. Alasan yang sering disampaikan sopirnya adalah menghindari kemacetan jalan menuju terminal atau merasa tidak punya kepentingan masuk terminal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal masuk ke terminal tersebut cukup penting, untuk kedatangan armada dan penumpang dapat dicatat dan dipantau dengan baik. Sehingga kita dapat mengetahui dan mempelajari trend perjalanan mudik di setiap tahunnya," ujarnya, Selasa (2/9/2009).

Persoalan kedua adalah, beberapa unit bus yang dicarter ini mencari obyekan saat pulang. Mereka mencari penumpang untuk diangkut ke arah Jakarta dengan harga jauh di bawah ketentuan. Perilaku seperti ini bisa berpengaruh pada kelancaran mudik karena akan berhadapan dengan bus pemegang trayek.

Herman mengatakan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap bus carter yang melakukan kegiatan seperti itu. Sanksi tegas itu bisa berupa penyitaan surat-surat kendaraan, pembatalan sementara perjalanan hingga usulan penyabutan trayek regulernya.

Dia menyontohkan, tahun 2008 lalu ada tiga bus carter tertangkap akan membawa penumpang ketika akan kembali ke Jakarta. Ketiga bus tersebut lalu ditahan sementara dengan dikandangkan di Terminal Tirtonadi Solo, baru dilepas beberapa hari setelahnya dengan pernyataan tidak akan mengulangi pelanggaran.

Pernyataan Yoscha Herman tersebut didukung penuh oleh pihak Organda. Ketua Organda Kota Surakarta, Djoko Suprapto, mengaku selama ini ulah bus carteran cukup mengganggu karena bisa memicu kemarahan awak bus reguler di lapangan. Dia berharap Dishub lebih ketat mengawasi ulah bus carteran itu.

(mbr/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads