"Syarat-syaratnya direkayasa sehingga kelompok tertentu yang bisa mengikuti tender," kata koordinator aksi yang tergabung dalam Lembaga Pemantau Korupsi Nasional, Eros Marpaung, di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2009).
Menurut dia, indikasi proses tender yang dipersulit di area Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Sebanyak 78 item tender meliputi perawatan fisik yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
"Kami minta sistem ini diperbaiki. Tidak hanya di dinas pendidikan, tetapi semuanya," ujar Eros.
Massa membawa sejumlah poster tuntutan yang bertuliskan antara lain "Transparansi Sistem Tender", "Bongkar Tender Bermasalah" dan "Perbaiki Sekarang Juga".
Sedikitnya 30 personel polisi mengamankan aksi damai ini. Setelah 1 jam berorasi, massa akhirnya membubarkan pukul 11.30 WIB.
(Ari/aan)











































