"Dia lulusan Undip dan mulai bekerja di PT Pura Group sekitar tahun 1990-an. Namun dia dianggap mengundurkan diri setelah tidak masuk kerja karena terkait kasus terorisme pada tahun 2004," ujar mantan rekan kerja Para yang enggan disebutkan namanya, Rabu (2/9/2009).
Pada waktu bekerja di Pura Group, Para menempati posisi sebagai Tim di Divisi Engineering. Dia juga pernah mengajukan cuti panjang, dengan alasan mendapat beasiswa dari Malaysia. Namun dari berbagai kabar yang tersiar, Para Wijayanto sebenarnya tidak hanya ke Malaysia, tetapi juga ke berbagai negara lain seperti Afghanistan dan Pakistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para menghilang setelah rumahnya di Blok D Perumahan Muria Indah, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, digerebek Densus 88 Mabes Polri pada 2004 lalu. Para yang baru pulang dari kantor berhasil melarikan diri.
Sebelumnya, sumber detikcom di lingkungan Jamaah Islamiyah (JI), Para merupakan pimpinan senior organisasi tersebut. Sumber itu juga mengatakan, Para merupakan sosok yang disegani gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top.
"Sayap luar, sayap baru. Dia juga dicari polisi selain Noordin. Buron juga dan senior di Moro," jelasnya.
Para merupakan anak dari pasangan Wikanto dan Ny Wuryaningsih. Wikanto adalah purnawirawan AURI Pangkalan Udara Kalijati. Para kelahiran Kalijati, Subang (Jabar) pada 8 Agustus 1964.
(djo/djo)











































