Aksi mahasiswa yang dimulai pada pukul 22.00 WITA tersebut dengan cara berkonvoi sepeda motor dan memasuki sejumlah cafe untuk mencari minuman keras. Mahasiswa mulai menyusuri sejumlah cafe dan rumah bilyar di Jl Toddopuli, Jl Nusantara dan berakhir di Jl Penghibur dikawasan Pantai Losari.
Pada saat mereka melewati Mapolwiltabes Makassar Jl Ahmad Yani, ratusan mahasiswa tersebut dihadang oleh ratusan polisi yang siap mengamankan situasi. Akibat blokade tersebut, mahasiswa dan polisi bersitegang, sehingga ratusan mahasiswa berhamburan dan 25 di antaranya diamankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi mengatakan, aksi tersebut tidak seharusnya dilakukan, karena polisi sudah mengingatkan tempat-tempat hiburan tersebut untuk mengatur jam buka untuk menghormati bulan puasa.
"Makassar sudah kondusif tidak perlu ada gerakan seperti ini," imbuhnya.
Mengenai 25 mahasiswa yang ditangkap, Andi berjanji akan membebaskan semuanya malam ini juga kecuali kordinator aksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"25 mahasiswa itu hanya dimintai keterangan kecuali kordinator aksinya. Hal itu untuk mengorek informasi apa di balik aksi mahasiswa tersebut. Akan dilakukan interogasi khusus," paparnya.
Aksi tersebut berakhir pada pukul 23.30 WITA dan tidak satu pun barang bukti minuman keras yang mereka temukan. Bahkan, di antara cafe dan rumah bilyar yang mereka datangi sebagian besar sudah tutup sejak sebelum bulan puasa. (mpr/irw)











































