Ratusan Mahasiswa Razia Minuman Keras di Makassar

Ratusan Mahasiswa Razia Minuman Keras di Makassar

- detikNews
Selasa, 01 Sep 2009 23:27 WIB
Makassar - Seratusan mahasiswa yang menamakan diri Front Pemuda Bersatu (FPB) melakukan razia minuman keras di sejumlah tempat hiburan malam di Makassar, Sulawesi Selatan. Bukan minuman keras yang mereka dapatkan, melainkan harus berurusan dengan polisi karena aksi tersebut dianggap mengganggu ketertiban.

Aksi mahasiswa yang dimulai pada pukul 22.00 WITA tersebut dengan cara berkonvoi sepeda motor dan memasuki sejumlah cafe untuk mencari minuman keras. Mahasiswa mulai menyusuri sejumlah cafe dan rumah bilyar di Jl Toddopuli, Jl Nusantara dan berakhir di Jl Penghibur dikawasan Pantai Losari.

Pada saat mereka melewati Mapolwiltabes Makassar Jl Ahmad Yani, ratusan mahasiswa tersebut dihadang oleh ratusan polisi yang siap mengamankan situasi. Akibat blokade tersebut, mahasiswa dan polisi bersitegang, sehingga ratusan mahasiswa berhamburan dan 25 di antaranya diamankan.

"Cara yang dilakukan mahasiswa tersebut tujuannya baik, namun salah waktu dan tempat. Konvoi mahasiswa tersebut telah menganggu ketertiban umum termasuk menganggu orang yang salat tarawih dan membuat warga panik," ujar Kapolwiltabes Makassar Kombes Burhanudin Andi saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (1/9/2009).

Andi mengatakan, aksi tersebut tidak seharusnya dilakukan, karena polisi sudah mengingatkan tempat-tempat hiburan tersebut untuk mengatur jam buka untuk menghormati bulan puasa.

"Makassar sudah kondusif tidak perlu ada gerakan seperti ini," imbuhnya.

Mengenai 25 mahasiswa yang ditangkap, Andi berjanji akan membebaskan semuanya malam ini juga kecuali kordinator aksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"25 mahasiswa itu hanya dimintai keterangan kecuali kordinator aksinya. Hal itu untuk mengorek informasi apa di balik aksi mahasiswa tersebut. Akan dilakukan interogasi khusus," paparnya.

Aksi tersebut berakhir pada pukul 23.30 WITA dan tidak satu pun barang bukti minuman keras yang mereka temukan. Bahkan, di antara cafe dan rumah bilyar yang mereka datangi sebagian besar sudah tutup sejak sebelum bulan puasa. (mpr/irw)


Berita Terkait